Amniosentesis
amniocentesis
Ringkasan Singkat
Prosedur medis pranatal di mana sampel cairan ketuban diambil untuk memeriksa kelainan kromosom janin atau menentukan jenis kelamin.
Amniosentesis adalah teknik diagnostik yang dilakukan selama kehamilan, biasanya antara minggu ke-15 dan ke-20, untuk mendeteksi gangguan genetik pada janin. Prosedur ini melibatkan penyisipan jarum halus melalui dinding perut ibu ke dalam rahim di bawah panduan ultrasonografi untuk mengambil sejumlah kecil cairan ketuban. Cairan ini mengandung sel-sel janin yang kemudian dapat dianalisis di laboratorium untuk kondisi seperti sindrom Down (trisomi 21), spina bifida, atau fibrosis kistik.
Dalam psikologi perkembangan, hasil amniosentesis memiliki dampak emosional yang besar bagi orang tua. Keputusan untuk menjalani prosedur ini, serta hasil yang diperoleh, dapat memicu tingkat stres, kecemasan, dan konflik pengambilan keputusan yang signifikan. Konseling genetik seringkali diperlukan untuk membantu keluarga memahami risiko prosedur (seperti risiko keguguran yang kecil) serta implikasi dari hasil tes tersebut terhadap masa depan anak dan keluarga.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Cunningham, F. G., et al. (2018). Williams Obstetrics.
- American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.